Transformasi Strategi Sepakbola

Tiga wingback asal Brazil diketahui sebagai pemain terbaik tuk peran ini, yakni Marcos Cafu, Roberto Carlos, serta Daniel Alves. Keunggulan lain di fase ini yang tidak bisa diabaikan merupakan sangat mudah untuk membentuk dominasi dengan memakai empat pemain di tengah.

Benteng pertahanan yang tangguh akan memaksa lawan untuk memperbanyak lebih banyak pemain dalam menyerang sehingga akan membikin lawan melupakan sisi pertahanan. Hal ini dapat dimanfaatkan dengan mengirimkan umpan lambung yang jauh untuk dikonversi menjadi gol oleh penyerang. Pertahanan dari formasi ini termasuk sangat sulit ditembus karena adanya bek some orang dan pemain dalam 2 orang yang tetap dengan sangat baik.

Adanya 3 orang sebagai pemain tengah penyerang dan penyerang utama 1 orang jua membuat serangan makin kuat sehingga tim lawan kemungkinan bakal kewalahan. Sementara tersebut, peran 1 pemain gelandang adalah bertahan seterusnya serta 2 gelandang akan turut menyerang dengan posisi di tengan. Posisi 1 gelandang yang bertahan disejajarkan oleh 2 gelandang yang bertugas untuk bertahan tadi pada sisi kiri kanan.

Tugasnya tetap untuk menggagalkan serangan lawan, tetapi lebih dituntut untuk melengkapi serangan dan penetrasi ke pertahanan lawan. Gaya ini membutuhkan pemain yang punya stamina, kecepatan lalu konsentrasi yang baik.

Hanya ada satu player di area sayap, adalah wingback, yang membuat formasi ini kesulitan menghadang koalisi winger dan fullback dalam beroperasi di area tersebut. Sedangkan dengan hanya memakai tiga gelandang, ternyata tidak cukup ideal juga buat menutup lebarnya lapangan supaya bisa melindungi dua flank dengan kecepatan yang baugs. Catenaccio merupakan gaya pertandingan yang memainkan bola dalam daerah pertahanan sendiri sambil menunggu waktu yang cermat untuk melakukan serangan balik. Ciri khas taktik ini adalah man to guy marking dan pemain dalam berfungsi sebagai libero.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *